pulaudewa texasdewa
jp2d
arena
kota168 united4d
kota168 jaguartoto
bintang168 sahabatangka

SINAR168
RGOBET
AFAPOKER

Hari baik berdasarkan weton

Hari baik Menurut Weton Kelahiran.

Hari baik adalah gabungan dari weton, neptu hari, pasaran, bulan, dan tahun. Pada dasarnya semua hari itu baik, jika berada pada posisi netral tidak di pengaruhi oleh pencemaran, sengkala, maupun sukerta, namun jika hari itu di gabungkan dengan weton, pasaran, bulan, tahun dan sebagainya, maka akan memiliki angsar atau pengaruh nasib yang berbeda.

Seperti misalnya hari Senin yang perwatakannya adalah hari yang baik untuk memulai sesuatu atau hari yang baik untuk memulai semua urusan, namun jika hari Senin digabungkan dengan pasaran,  angsar atau pengaruh nasibnya akan berbeda. lihat watak hari berikut.

 WATAK HARI

Hari Senin : hari yang baik untuk semua keperluan.
Hari Selasa : Awalnya baik, tetapi hal-hal yang baik waktunya pendek, dan hal-hal yang tidak baik lebih panjang.
Hari Rabu : baik untuk semua keperluan, tetapi tidak sebaik hari Senin.
Hari Kamis : hari yang keras, Usaha akan banyak kesulitannya.
Hari Jum’at : Hari yang Panas, usaha akan banyak menemui kendala, dan gangguan serta perselisihan. sakit hati.
Hari Sabtu : hari yang berat untuk semua urusan, Usaha akan banyak kesulitan, penyakit, naas, kecelakaan, musibah, dsb.
Hari Minggu : hari yang netral untuk semua urusan.

Watak Pasaran

1. Legi   

  •  jam 06.00 Nasehat,
  • jam 08.24 Rejeki,
  • jam 10.48 Selamat,
  • jam 13.12 Halangan
  • jam 15.36 pacak wesi

2.  Pahing    

  • Jam 06.00 Rejeki
  • jam 08.24 Selamat
  • jam 10.48 Halangan
  • jam 13.12 pacak wesi
  • jam 15.36 Nasehat

3. Pon

  • Jam 06.00 Selamat
  • jam 08.24 Pangkalan
  • jam 10.48 Pacak wesi
  • jam 13.12 Nasehat
  • jam 15.36 Rejeki

4. Wage

  • Jam 06.00 Pangkalan
  • jam 08.24 Pacak wesi
  • jam 10.48 Rejeki
  • jam 13.12 Nasehat
  • jam 15.36 Selamat

5. Kliwon

  • Jam 06.00 Pacak wesi
  • jam 08.24 Nasehat
  • jam 10.48 Rejeki
  • jam 13.12 Selamat
  • jam 13.36 Pangkalan

contoh:

Hari Senin neptunya adalah 4 digabungkan dengan pasaran Legi yang neptunya adalah 5, Senin 4 ditambah Legi 5 adalah 9, angka 9 dibagi 5 = 1 ada sisa atau kelebihan 4, kita lihat kamus pancasuda, kelebihan 4 jatuh pada lara/loro yang maknanya adalah sakit, sakit-sakitan, juga bisa berarti usaha yang macet tidak berkembang, bersusah payah tapi tidak membuahkan hasil, atau akan ada kemalangan, dan arti perluasan lainnya. Begitu juga bila hari di gabungkan dengan weton, bulan, tahun dan lain-lainnya, akan memiliki pengaruh nasib yang berbeda.

hal ini karena alam itu menyatu dan ada saling keterkaitan, antara yang satu dengan yang lainnya, seperti misalnya hari senin, tidak akan ada senin jika belum melalui minggu, tidak akan ada akhir senin jika belum memasuki selasa, atau contoh lainnya tidak ada anak jika tidak ada ibu, ibu tidak akan hamil jika tidak ada pembuahan dari ayah, ( pengecualian nabi Adam, Siti Hawa, Nabi Isa as, itu kehendak lain dari sang Maha Pencipta ), tidak ada ibu dan ayah jika tidak ada kakek dan nenek, dan seterusnya, begitulah takdir yang telah di tentukan oleh sang Penguasa jagad raya, saling mengisi dan saling melengkapi antara yang satu dengan lainnya. Contoh lainnya lagi, seperti rumah yang kita tempati, semuanya berasal dari bumi, misalnya bata dari tanah, semen dari batu, kapur dari batu kapur, kusen dari kayu, kayu berkembang juga dari tanah, besi dari tambang logam yang asalnya dari dalam tanah, dan bahan-bahan lainnya, yang semuanya memiliki asal dari berbagai tempat dan digabungkan menjadi satu kesatuan yang tertata dan terstruktur, jadilah sebuah rumah yang menaungi kita bersama dengan apa yang kita miliki. Mungkin begitu gambaran sekilas tentang keterkaitan alam antara yang satu dengan lainnya.

Dari sini sedikit ada gambaran bahwa, orang jawa dahulu belajar dari pengalaman, pengamatan, dalam jangka panjang turun temurun, dan di catat hingga tercipta sebuah catatan perhitungan yang bermacam-macam nama, yang intinya adalah catatan yang boleh di sebut sebagai watak alam, atau karakter alam yang di gabungkan dengan karakter manusia, yang manusia sendiri adalah termasuk bagian dari alam itu sendiri.

Alam diciptakan berpasangan, sebagai pembanding atau pembeda antara yang satu dengan lainnya, seperti misalnya, ada baik ada buruk, ada siang ada malam, ada surga ada neraka, ada bumi ada langit, ada bulan ada matahari, ada laki-laki ada perempuan, ada malaikat ada iblis, dan lain sebagainya. Dari pasangan-pasangan di atas sudah jelas apa perbedaannya, apa itu baik apa itu buruk, namun jika kita salah menempatkannya, hal baikpun bisa menjadi buruk, seperti misalnya, disiang hari hal yang baik yang sering kita gunakan adalah untuk bekerja, dari pengalaman dan pengamatan, kebanyakan tempat bekerja buka disiang hari, jika kita salah menempatkan posisi kita terhadap pekerjaan kita, hal baikpun akan menjadi buruk, misalnya dimalam hari begadang tidak tidur semalaman begitu setiap harinya, pagi harinya anda mengantuk saat bekerja, pikiran tidak focus pada pekerjaan, dan pekerjaan jadi berantakan, ujung-ujungnya ada teguran dari pimpinan dan kena sanksi, tugas dilimpahkan pada orang lain termasuk tunjangan, dari tunjangan anda terbantu mencukupi kebutuhan keluarga kini di berikan kepada orang lain, anda dan keluarga kebingungan mencari jalan keluarnya, pikiran terlalu banyak beban ujung-ujungnya emosi bergejolak, dan tercipta sebuah masalah baru, konflik dalam keluarga, dan pada ahirnya anak yang menjadi korbannya. ini sekedar contoh gambaran rentetan peristiwa hal baik yang jika kita salah menempatkan posisi kita, akan menjadi hal buruk, hal sepele yang berakibat besar.

Untuk menghindari hal-hal seperti gambaran di atas, orang jawa biasanya memiliki panduan yang di sebut ilmu titen atau ilmu petung, yang di wariskan oleh leluhur yang berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan dalam jangka panjang dan dilakukan turun temurun. Dimana dalam masyarakat jawa yang masih memegang teguh kebudayaan dan kepercayaan tradisional, orang jawa percaya adanya hari baik dan hari buruk dalam mengawali atau memulai segala urusan, baik itu hal kecil seperti membeli barang-barang kebutuhan, katakanlah tv, kulkas, sepeda motor dan lain sebagainya, dan hal-hal besar seperti memulai usaha, hajatan, pernikahan, dan lain sebagainya. hal ini memiliki harapan dari permulaan yang baik maka akan berjalan dengan baik pula dan membawa keselamatan, keberkahan dan dijauhkan dari malapetaka.

Manusia memang mampu merekayasa alam, karena sang Maha pencipta menundukkan alam pada manusia, untuk mencukupi keperluan dan kebutuhan manusia, tapi manusia tidak mampu menundukkan watak alam, alam akan tetap berjalan seperi ketentuan yang telah di tetapkan oleh sang Maha pencipta, untuk menjaga keseimbangan alam itu sendiri dan juga manusia secara keseluruhan.

Manusia diberi kesempatan untuk memilih dan menentukan nasib masing-masing untuk menemukan takdirnya sendiri dan tiap manusia memiliki garis takdir masing-masing. Manusia diberi kesempatan untuk berikhtiar untuk menanggulangi (dalam budaya jawa disebut) sengkala dan sukerta dengan melakukan wiradat, misalnya dengan bershodaqoh atau ruwatan dan do’a tulak balak. atau dengan ajian rajah kalacakra, dengan harapan hal-hal buruk,kejadian, atau peristiwa buruk tidak menjadi kenyataan. Hari baik di sini adalah gabungan dari weton kelahiran, neptu hari dan pasaran, bulan, dan tahun jawa. Di mana dalam perhitungan orang jawa hari (Senin-Minggu), pasaran (Legi-Kliwon), bulan, dan tahun memiliki neptu dan watak masing-masing. lihat jadwal neptu hari dan pasaran.

Cara Menghitung Hari Baik

Jika anda ingin mengetahui hari baik, anda harus mengetahui weton kelahiran, neptu hari dan pasaran dan mengetahui jadwal pancasuda.

Weton Kelahiran

Weton Kelahiran adalah neptu hari dan pasaran ketika orang tersebut dilahirkan. Kenapa weton kelahiran di gabungkan untuk mencari hari baik ?, karena weton adalah neptu atau hitungan dari diri seseorang yang akan menjalani sebuah usaha. Jika yang akan menjalani hanya seseorang, maka weton yang di hitung hanya weton orang tersebut, tapi bila yang akan menjalani usaha adalah anda dan pasangan anda, maka weton anda dan pasangan anda di gabungkan dahulu atau di jumlahkan terlebih dahulu kemudian di gabungkan atau dijumlahkan dengan neptu hari dan pasaran.

Neptu Hari dan Pasaran

Neptu Hari dan Pasaran adalah hitungan hari tujuh (Senin-Minggu) dan hitungan hari lima ( Legi-Kliwon), lihat daftar neptu hari dan pasaran diatas.

Pancasuda

Pancasuda adalah hitungan jatuhnya kelebihan jumlah yang dihitung yang dibagi lima. lihat daftarnya dibawah ini

  1. Sri / Sandang = Rejeki Melimpah
  2. Lungguh / Pangan = Mendapat Derajat
  3. Gedhong / Bejo = Kaya Harta Benda
  4. Lara / Loro = Sakit, Sakit-sakitan
  5. Pati = Mati

Cara menghitungnya sebagai berikut

  • Tentukan dahulu weton kelahiran orang yang akan menjalani sebuah usaha, jika belum mengetahui weton kelahiran anda bisa cari artikel “ cara menghitung weton kelahiran “ di popular post atau anda bisa mengetikkan cara menghitung weton kelahiran di kotak pencarian artikel, misalnya orang yang akan menjalani usaha adalah Rama weton kelahiran kamis pon, kamis = 8 dan pon =7, jumlahkan neptu hari dan pasaran tersebut, 8+7 = 15. Jika yang akan menjalani usaha Rama dan pasangannya sinta ( selasa wage ), Selasa = 3 dan Wage =4, 3+4 = 7. Weton Rama 15+7 weton Sinta, 15+7 = 22
  • Tentukan neptu hari dan pasaran ketika usaha itu akan diawali atau hari dan pasaran ketika akan memulai sebuah usaha, misalnya pada Senin Pahing, Senin = 4 dan Pahing = 9. 4+9 = 13
  • Kemudian kita jumlahkan weton kelahiran Rama (jika 1 orang) = 15 dan neptu hari dan pasarannya = 13. 15+13 = 28. 28 : 5 =5 dan ada kelebihan 3 kita hitung jatuhnya angka pada pancasuda

1. jatuh pada Sandang
2. jatuh pada Pangan
3. jatuh pada bejo

jadi kelebihan tiga tadi jatuh pada bejo, yang artinya usaha yang akan dilakukan Rama yang di awali pada hari Senin pahing tersebut akan berhasil dan di prediksi akan membawa kaya harta benda
4+9 = 13
22+13 = 35
35:5 = 7 dan tidak ada kelebihannya, jika angaka habis dibagi 5 di anggap ada kelebihan 5
kita hitung dengan kamus panca suda

  1. jatuh pada Sandang
  2. jatuh pada Pangan
  3. jatuh pada bejo
  4. jatuh pada sakit
  5. jatuh pada pati

jadi usaha yang akan dilakukan Rama dan Sinta pada awal usaha Senin Pahing tidak bagus sama sekali, usaha akan hancur atau tidak berjalan, atau akan mengalami bencana. Jika akan memulai sesuatu hendaklah dicari dahulu hari dan pasaran yang cocok atau bagus, agar mendapatkan angsar atau pengaruh nasib yang baik dan apa yang di usahakan berjalan dengan baik pula. Perhitungan hari baik apa salahnya dicoba dalam usaha maupun kita berniat untuk bermain dalam dunia pertogelan maupun permainan jenis lainnya.

Semoga artikel ini Hari Baik Menurut Weton Kelahiran ada manfaat, dan terima kasih atas kunjungannya. Manusia hanya berusaha namun hanya Tuhan yang memiliki taqdir dan kehendak.

 

Primbon Togel © 2018 Frontier Theme